Pemerintah Siapkan Bursa Komoditas Icomex, Harga CPO dan Nikel Tak Lagi Ditentukan Asing

Penulis: Wan Rizal  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 11:23:02 WIB
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan pemerintah masih menyusun skema pembentukan Indonesia Commodity Exchange (Icomex) untuk komoditas utama seperti CPO, nikel, dan batu bara.

SUMATERA UTARA — Pemerintah bergerak untuk merebut kendali harga komoditas strategis nasional. Melalui wacana pembentukan Indonesia Commodity Exchange atau Icomex, harga minyak sawit mentah (CPO), nikel, hingga batu bara diharapkan tidak lagi sepenuhnya ditentukan oleh indeks asing yang kerap merugikan produsen dalam negeri.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, skema besar ini masih dalam tahap penyusunan. Namun, ia memastikan komoditas yang akan masuk daftar adalah produk-produk utama hasil bumi Indonesia.

"Belum, belum diputuskan. Yang pasti adalah komoditas-komoditas yang memang itu produksi kita yang paling utama. Misalnya CPO, nikel, batu bara," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/8).

Kedaulatan Harga atau Sekadar Bursa Baru?

Gagasan ini bukan sekadar menambah lembaga bursa. Prasetyo menegaskan, misi utamanya adalah kedaulatan. Selama ini, harga komoditas unggulan Indonesia sangat dipengaruhi oleh bursa komoditas di luar negeri, seperti Malaysia untuk CPO atau London Metal Exchange untuk nikel.

"Intinya adalah kedaulatan terhadap barang-barang yang kita miliki harus kita yang menentukan. Selama ini kan enggak," tegasnya.

Dengan adanya Icomex, pemerintah ingin menciptakan mekanisme harga acuan sendiri yang kredibel di mata pembeli internasional. Jika berhasil, Indonesia tidak lagi menjadi penerima harga (price taker), melainkan penentu harga (price maker).

Nasib ICDX: Digabung atau Berdiri Sendiri?

Pertanyaan besar yang menggantung adalah bagaimana posisi bursa komoditas yang sudah ada, yaitu Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX). Prasetyo mengisyaratkan opsi penggabungan masih terbuka lebar. Namun, kemungkinan Icomex berdiri sebagai entitas baru yang terpisah juga tidak ditutup.

"Bisa jadi kan mungkin bisa gabung, mungkin bisa sendiri," ujarnya.

Keputusan ini akan sangat menentukan peta bursa komoditas di Indonesia. Penggabungan bisa memperkuat likuiditas, sementara entitas baru yang terpisah bisa memberikan fokus yang lebih jelas pada komoditas-komoditas strategis tertentu.

Mekanisme Harga: Biaya Dunia Tetap Dihitung

Meski bertujuan menciptakan harga sendiri, pemerintah tidak akan menutup mata terhadap dinamika global. Prasetyo menegaskan, mekanisme pembentukan harga di Icomex nantinya tetap akan memperhitungkan biaya produksi dan tren harga dunia.

"Pasti," jawabnya singkat saat ditanya apakah mekanisme rinci akan diumumkan kemudian.

Hal ini penting untuk menjaga kredibilitas Icomex di mata pembeli internasional. Harga yang terbentuk tidak bisa serta-merta dibuat tinggi tanpa mempertimbangkan fundamental pasar global, karena justru akan membuat pembeli beralih ke bursa lain.

Langkah pemerintah ini sejalan dengan dorongan hilirisasi yang digencarkan dalam beberapa tahun terakhir. Dengan menguasai harga, nilai tambah dari setiap ton CPO atau nikel yang diekspor diharapkan bisa dinikmati lebih besar oleh negara dan produsen dalam negeri, bukan dinikmati para spekulan di bursa komoditas global.

Reporter: Wan Rizal
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top