SUMATERA UTARA — Pengungkapan kasus ini bermula dari pengembangan intelijen BNN yang mendeteksi adanya perlawanan bersenjata dari sindikat narkoba di kawasan pesisir Jakarta Utara tersebut. Saat tim gabungan melakukan penggeledahan, petugas menemukan senjata api yang diduga akan digunakan untuk menghadang proses penangkapan.
Senjata api yang diamankan bukan jenis mainan atau replika. Berdasarkan keterangan awal penyidik, senjata tersebut dalam kondisi siap pakai dan disembunyikan di lokasi yang tak jauh dari tempat "bos gendut" beroperasi.
BNN belum merinci jenis dan kaliber senjata yang disita, namun pengamanan barang bukti ini menjadi sorotan utama karena mengindikasikan tingkat keberanian bandar dalam melawan hukum. "Ini menunjukkan mereka tidak segan menggunakan kekerasan untuk mempertahankan wilayah peredarannya," ujar Kepala BNN dalam keterangan resminya, Selasa (16/4).
Penangkapan dilakukan setelah BNN memetakan pola pergerakan BG selama beberapa pekan. Kampung Bahari yang dikenal sebagai salah satu titik rawan peredaran narkoba di Ibu Kota menjadi target operasi karena aktivitas transaksinya yang dinilai semakin terbuka.
Petugas yang menyusup ke lokasi langsung mengamankan BG tanpa perlawanan berarti, meski senjata api telah disiapkan. Dari tangan tersangka, penyidik turut menyita sejumlah barang bukti narkotika jenis sabu yang siap edar.
BNN saat ini masih mendalami asal-usul kepemilikan senjata api tersebut, termasuk kemungkinan keterlibatan oknum TNI/Polri atau pemasok ilegal dari luar negeri. Penyidik juga tengah menelusuri jaringan pemasok narkoba yang selama ini memasok Kampung Bahari.
Atas perbuatannya, BG dijerat dengan Undang-Undang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau pidana mati. Kepemilikan senjata api ilegal turut disangkakan sebagai pemberat, mengingat hal tersebut memperkuat dugaan bahwa tersangka merupakan bandar besar yang terorganisir.
Penggerebekan ini menegaskan komitmen BNN dalam memberantas peredaran narkoba sekaligus memberikan efek jera bagi sindikat yang mencoba melawan aparat dengan kekerasan.