Wali Kota Binjai Targetkan Pendidikan Bermutu di Hardiknas 2026

Penulis: Musdar Lubis  •  Minggu, 03 Mei 2026 | 10:03:00 WIB
Wali Kota Binjai Amir Hamzah memimpin upacara peringatan Hardiknas 2026 di Lapangan SMP Negeri 9 Binjai.

BINJAI — Pemerintah Kota Binjai memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan menegaskan komitmen transformasi kualitas sumber daya manusia melalui penguatan partisipasi semesta. Wali Kota Binjai, Amir Hamzah, bertindak sebagai pembina upacara yang dipusatkan di Lapangan SMP Negeri 9 Binjai pada Sabtu (2/5/2026).

Peringatan tahun ini mengusung tema "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua". Fokus utama diarahkan pada implementasi pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning guna meningkatkan kualitas interaksi di ruang kelas.

Lima Kebijakan Strategis Percepatan Kualitas Pendidikan Nasional

Dalam amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang dibacakannya, Amir Hamzah memaparkan lima pilar kebijakan yang sedang diakselerasi. Pemerintah pusat telah merevitalisasi 16.167 satuan pendidikan sepanjang 2025 dan mendistribusikan papan interaktif digital ke lebih dari 288.000 sekolah di Indonesia.

Sektor kesejahteraan pendidik juga menjadi prioritas dengan pemberian beasiswa Rp3.000.000 per semester bagi guru yang belum berkualifikasi S1 atau D4. Selain itu, skema penyaluran tunjangan sertifikasi kini diubah menjadi transfer langsung setiap bulan untuk menjamin kepastian pendapatan guru.

Pemerintah juga memperkuat karakter peserta didik melalui budaya ASRI (aman, sehat, resik, indah). Program ini didukung oleh kebijakan makan bergizi gratis dan gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai fondasi pembentukan mental siswa.

Amir Hamzah Tekankan Pentingnya Sistem Among Ki Hajar Dewantara

Wali Kota Binjai mengingatkan bahwa keberhasilan kebijakan pendidikan sangat bergantung pada perubahan pola pikir dan integritas misi para pemangku kepentingan. Ia mengajak seluruh tenaga pendidik di Binjai untuk kembali ke filosofi dasar pendidikan nasional.

"Pendidikan bukan sekadar angka-angka kuantitatif, melainkan proses tulus untuk memanusiakan manusia. Sesuai ajaran Ki Hajar Dewantara, kita harus mengedepankan sistem among yaitu asah, asih, dan asuh," ujar Wali Kota Binjai Amir Hamzah.

Pemerintah Kota Binjai berkomitmen menyelaraskan program pusat dengan kearifan lokal. Langkah ini diambil untuk menciptakan ekosistem sekolah yang aman dari praktik perundungan dan kekerasan fisik maupun verbal.

Peningkatan Literasi STEM dan Akses Pendidikan Inklusif

Agenda besar lainnya mencakup penguatan literasi, numerasi, serta pendidikan berbasis sains dan teknologi (STEM). Evaluasi mutu pendidikan kini dilakukan secara berkala melalui tes kemampuan akademik sebagai instrumen ukur capaian nasional.

Di sisi lain, perluasan akses pendidikan inklusif terus digenjot bagi anak berkebutuhan khusus dan siswa yang terkendala faktor ekonomi. Penyediaan sekolah terbuka dan fasilitas pendidikan jarak jauh menjadi solusi bagi masyarakat di wilayah geografis sulit.

Upacara Hardiknas di Binjai ditutup dengan rangkaian atraksi seni dari siswa SD dan SMP. Penampilan tersebut meliputi tari Aceh, drama musikal anti-perundungan, hingga fragmen tari bertema kerukunan yang melibatkan pelajar dari berbagai kecamatan di Kota Binjai.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kota Binjai Hj. K. Gusuartini Br. Surbakti, Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana, serta jajaran unsur Forkopimda dan pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Binjai.

Reporter: Musdar Lubis
Back to top